Ilmu Adalah Mutiara
Feb 15, 2008 I Belajarku, Gado-Gado.Beberapa hari lalu Mas Cosa Aranda diundang sebagai pembicara seminar “Blog as a Bussines” di UGM, kampus tempat ngumpulnya kaum intelek, akademisi. Belum tau juga gimana laporan khusus dari seminar itu, karena belom ada yang posting, tapi sekelumit cuplikan Talk Show sudah di tulis sama mas Cosa. Dan berikut ini pertanyaan yang diucapkan oleh praktisi akademisi kita :
“Beberapa waktu lalu sebenarnya saya sudah berniat untuk membuat blog. Namun setelah menghadiri acara seminar ini dan melihat pembicara-pembicaranya yang aneh, saya menjadi berpikir ulang dan lebih berniat untuk mundur. Sebagai seorang praktisi akademis, saya merasa ilmu saya akan menjadi sia-sia dan tidak dihargai apabila diletakkan begitu saja di blog.”
Saya ngga tau gimana duduk permasalahannya kok bisa muncul pertanyaan itu, tapi saya bisa sedikit menerka, mungkin karena pemahaman kita yang berbeda terhadap mulianya sebuah ilmu yang indah bagaikan mutiara, hehehe…
seperti yang saya tulis di bagian komentar blog Cosa Aranda, saya menyimpulkan bahwa dalam “bisnis” ilmu ada dua model:
1.Sebagian orang beranggapan bahwa ilmu merupakan sebuah mutiara yang mahal harganya, makanya kita gak boleh jual murah. Semua harus ada nilai profitnya. Apalagi untuk sebuah seminar ato pelatihan, konsultasi atau nanya2 ringan aja harus ada duitnya. Ujungnya2 dinegara kita sekolah dan kuliah mahal banget, dan diundang ngisi seminar bagi2 ilmu juga taripnya harus mahal. Mungkin itu landasannya kenapa kaum akademis menganggap bikin blog bagi2 ilmu gratis tidak menarik dan sia2, soale gak ada duitnya,hehehe..
2.Ada juga yang beranggapan bahwa ilmu merupakan sebuah mutiara yang mahal harganya. Dan apabila kita bisa berbagi ilmu itu kepada yang lain, maka harga dan nilai ilmu kita yang akan bertambah mahal. Mereka yakin ilmu kalo dibagi2 tidak akan habis, malah akan bertambah. Bisa memberi ilmu kepada yang lain menjadi suatu keistimewaan. Orang yang seperti ini biasanya seneng bagi2 ilmu suka2, buka pelatihan gratis, workshop gak bayar malah pada dibeliin kopi, gak mikirin profit. Mereka yakin kalo materi akan datang dengan keikhlasan bagi2 mutiara itu. Dan profit akan datang bukan dari “jual” ilmu, tapi dari ‘dunia lain’.hehehe… dan mas Cosa kayanya ada di barisan kedua ini,bener gak mas Cosa?
Sama2 “mutiara” cuman beda cara jualnya…
Nah kalo kita ada dibarisan yang mana? Atau malah kita sama sekali tidak pernah berbagi sedikit atau banyak ilmu yang kita miliki?
Popularity: 2% [?]
Riadi Says:
hmmm….setuju…terutama untuk di dunia internet…saya sering mendengar di dunia internet..semakin banyak memberi maka akan semakin banyak lagi menerima
Feb 15, 2008, 5:17 amBerbagi Ilmu dan Memberi di Internet | life is a journey...and this is mine.. Says:
[…] blog - blog lain, dan juga tanggapan dari orang - orang yang hadir juga seperti TikaBanget, Anto, Ellizu, trus siapa lagi ya tadi T.T link nya udah kehapus, maaf buat yang tadi saya sudah kunjungi tapi […]
Feb 15, 2008, 6:34 am-tikabanget- Says:
^^
sebenernya gini.
orang itu ngeliat blog2 yang ditampilkan, dan merasa bahwa blog itu cuma buwat tempat maen maen.
blog itu cuma tempat orang cari tenar..
mungkin emang moderator nya yang khilaf sehingga ndak bisa memunculkan blog dari sisi baiknya…
wekekkek..
Feb 15, 2008, 5:43 pmasep ghufron Says:
oce gw setuju banget tuh…..soal nya dalam hadis juga di jelas kan bahwa kalo ilmu tidak di amalkan itu ibarat pohon yang tidak berbuah…
jadi khan sayang ya kalw tidak di amalkan mh..jadi bagi temen2 ku yang punya kelebihan di dunia internet jadi bagi-bagi doung ilmu nya oce…salLam keNal ja buat semUA yang baca oce..
Feb 15, 2008, 5:00 ampeace